Proper Biru BDM dan SMI

Dua perusahaan yakni PT BintangDelapan Mineral (BDM) dan PT Sulawesi Mining Investment (SMI berhasil mendapatkan proper Biru yakni penghargaan pengelolaan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup. PT BDM merupakan founding father atau cikal bakal PT Indonesia Morowali Industrial Park, sedangkan PT SMI adalah perusahaan industri pertambangan yang beroperasi di kawasan industri Morowali PT IMIP di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Sesuai Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor SK.696/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2017 tanggal 15 Desember 2017 tentang hasil penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup tahun 2016-2017, penghargaan Proper Biru diberikan kepada PT BDM dan PT SMI, karena kedua perusahaan ini telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku (telah memenuhi semua aspek yang dipersyaratan oleh KLH).

“Penghargaan ini seperti kado tahun baru buat perusahaan dan seluruh karyawan,” kata Direktur Operasional PT BDM, Handi Yohandi di Morowali, Kamis (4/1).

Handi menjelaskan, upaya dan tindakan yang dilakukan pihaknya dalam bidang lingkungan tidak terlepas dari segenap stakeholder PT BDM yang berkomitmen terhadap aktivitas penambangan yang harus bertanggung jawab dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable mining) dan berwawasan lingkungan.

Menurut Handi, pihaknya sadar sepenuhnya bahwa aktivitas penambangan akan menimbulkan dampak positif dan negatif bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, ketika memulai penambangan perusahaan selalu berpedoman pada tata cara penambangan yang baik (good mining practice).

“Tujuannya, bisa mengambil manfaat seoptimal mungkin dan meminimalisir dampak negatifnya sehingga penambangan dapat dilakukan dengan aman, efektif, efisien dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan sebagaimana yang diharapkan,” kata Handi.

Penghargaan Proper Biru ini, kata Handi, bukan merupakan yang pertama kalinya diraih PT BDM. Sejak tahun 2012, PT BDM ikut serta dalam program penilaian kinerja perusahaan (PROPER LINGKUNGAN).

“Sejak tahun 2013 sampai 2017 PT BDM sudah lima kali berturut-turut mendapat penghargaan PROPER BIRU. Ke depan, kami ingin lebih meningkatkan kinerja agar pengelolaan lingkungan semakin lebih baik,” katanya.

Secara terpisah, Chief Eksekutif Officer (CEO) PT IMIP, Alexander Barus mengatakan, penghargaan proper Biru kepada PT SMI merupakan wujud nyata dari kepedulian lingkungan pihaknya selaku pengelola kawasan industri dan PT SMI selaku tenant.

“Tanpa kepedulian lingkungan yang sama tak mungkin penghargaan lingkungan ini bisa diraih,” kata Alexander Barus.

Alexander mengatakan, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) merupakan salah satu upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi.

PROPER, kata Alexander, bertujuan untuk mendorong industri menerapkan prinsip ekonomi hijau dengan kriteria penilaian kinerja sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, limbah B3 dan limbah padat Non-B3 serta mengurangi kesenjangan ekonomi dengan menerapkan program pemberdayaan masyarakat.

“Saat ini PROPER telah mendapat apresiasi dari World Bank. PROPER juga dijadikan penilaian Key Performance Index (KPI) perusahaan. Selain itu, PROPER dijadikan sebagai prasyarat analisa perbankan, bahkan PROPER menjadi acuan pemberian penghargaan oleh kementerian lain”, ungkap Alexander.

Alexander mengatakan, ke depan pihaknya mengharapkan seluruh perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Morowali PT IMIP bisa menjadikan penghargaan Proper Biru yang telah diraih PT BDM dan PT SMI sebagai contoh untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja serta kepedulian pada lingkungan hidup disekitarnya. ***