loading

PT SULAWESI MINING INVESTMENT

PT SULAWESI MINING INVESTMENT
Penjelasan Singkat Perusahaan Shanghai Decent Investment (Group) Co., Ltd. bekerja sama dengan PT Bintang Delapan Investama mendirikan PT Sulawesi Mining Investment (SMI) di Indonesia pada tahun 2009, mulai melakukan pengembangan terhadap tambang nikel seluas hampir 47.000 hektar di Kabupaten Morowali, Sulawesi, Indonesia. Dikarenakan perkembangan ekonomi yang tertinggal dan infrastruktur yang minim di daerah tersebut, dengan memegang teguh prinsip menabur bibit keharmonisan dan memanen kemenangan bersama, SMI menjadikan pembangunan infrastruktur dan pengembangan masyarakat sebagai bagian dari proyek yang mendapatkan perhatian khusus, hingga mencapai manfaat ekonomi dan sosial yang baik. UU Pertambangan baru yang diberlakukan pemerintah Indonesia pada tahun 2009 yang melarang ekspor bahan tambang mentah pada tahun 2014, bersama itu mendorong investasi pembangunan smelter di wilayah tambang nikel, dengan tujuan mengembangkan industri peleburan dalam negeri. Sebagai respon positif terhadap kebijakan pemerintah Indonesia, dan berdasarkan analisa ekonomi komprehensif serta kecenderungan tren industri ditambah pengalaman dan hubungan sosial masyarakat yang terhimpun secara bertahap di daerah tersebut, maka kedua pihak investor mencapai kesepahaman, selain pengembangan pertambangan, pada saat yang sama juga dengan sungguh-sungguh mempersiapkan proyek smelter NPI yaitu smelter NPI SMI dengan kapasitas 300 ribu ton NPI per tahun dan PLTU 2x65 MW (Proyek SMI). Proyek SMI mengggunakan teknologi Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) yang telah dipraktekkan bertahun-tahun dan dioptimasi terus menerus oleh pihak investor Tiongkok yaitu Tsingshan Steel Group, membangun 4 jalur produksi RKEF, menggunakan bijih nikel dengan kandungan 1,8-2,0 % Ni yang banyak terdapat di lokasi proyek, memproduksi NPI dengan kandungan 10%-11 % Ni, kapasitas produksi bisa mencapai 300 ribu ton per tahun. Total investasi proyek sebanyak 628 juta dollar AS. Proyek dimulai pada tanggal 16 Juli 2013, selesai konstruksi dan uji produksi pada Januari 2015. Pada tanggal 29 Mei 2015, Presiden Indonesia Joko Widodo didampingi lima orang Menteri, Gubernur dan Bupati melaksanakan kunjungan ke Kawasan IMIP, mengumumkan proyek secara resmi mulai melakukan produksi serta memberikan pidato penting. Hingga akhir tahun 2016, jumlah produksi NPI yang terakumulasi sebanyak lebih dari 500 ribu ton, setara dengan nikel murni lebih dari 55.000 ton. Nickel Pig Iron (10% Ni) 300,000 mtpa Pembangkit Listrik 2x65 MW Terintegrasi: Stainless Steel Slab 1.000.000 mtpa

Sertifikat SMI

Pada tanggal 13 Juni 2017 PT. Sulawesi Mining Investment (SMI) telah memegang sertifikat akreditasi yang dikeluarkan oleh Lloyd's Register Quality Assurance. Dengan sertifikat ini PT. Sulawesi Mining Investment menyatakan telah memenuhi standart dalam Pembuatan Besi Nickel sesuai dengan standart ISO 9001:2015