HPSN 2022, IMIP dan Ratusan Volunteer Geruduk Sampah di Morowali

HPSN 2022, IMIP dan Ratusan Volunteer Geruduk Sampah di Morowali

  • Kategori
  • Tanggal: 20-02-2022

Morowali, Kumparan - Ratusan relawan turun ke jalan memungut sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu 20 Februari 2022.

Aksi dilakukan sejak pagi sampai menjelang sore hari. Diikuti oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Morowali, Pemerintah Kecamatan Bahodopi, personel TNI/Polri, Komunitas Pemerhati Lingkungan Bahodopi, KKPG Morowali, Gondrong Morowali, Pejalan Morowali, beberapa kerukunan pemuda dan masyarakat yang ada di Bahodopi, serta beberapa perusahaan lainnya yang ada di Bahodopi.

Mewakili manajemen PT IMIP, Koordinator Community Relation (Comrel) Departemen External PT IMIP, Thomas Deny Bintoro menyampaikan pentingnya bersinergi untuk mengatasi problem sampah di Morowali khususnya Kecamatan Bahodopi. Pola pikir dan perilaku masyarakat secara menyeluruh terkait sampah dan cara penanganannya, mulai sekarang harus berubah.

"Perusahaan dalam hal ini PT IMIP, selalu berupaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik lagi. Keinginan kita semua mendukung prinsip penanganan sampah yang cerdas dan berkesinambungan untuk menjamin masa depan yang bersih dan lebih baik lagi," jelasnya.

Sementara, Kepala DLH Kabupaten Morowali, Andi Kaharuddin melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Muhdar Da'ami mengatakan, problem sampah hari ini tak hanya menjadi masalah sepihak saja yakni pemerintah. Namun menjadi masalah bersama yang harus dicari solusi kongkretnya guna meminimalisir timbulan sampah yang ada.

"HPSN tahun ini, pemerintah melalui DLH Morowali, berkomitmen akan memprioritaskan program penanganan sampah di Kecamatan Bahodopi. Kita berharap, masalah sampah di Bahodopi dapat ditangani secepatnya," jelas Muhdar Da'ami.

Di tempat yang sama, Camat Bahodopi, Tahir mengatakan, salah faktor penyebab meningkatnya timbulan sampah di lingkungan Bahodopi adalah kepadatan penduduk yang terus bertambah. Apalagi, produksi sampah yang dihasilkan tidak sejalan dengan fasilitas pengangkut sampah yang dimiliki di setiap desa.

"Salah satu contoh Desa Labota yang diinformasikan oleh pak Kades Labota hanya memiliki satu armada saja. Jika kita lebih peduli lagi, mulai sekarang masyarakat juga harus secara sadar melakukan pengelolaan sampah secara mandiri juga. Olehnya itu, mari semua kalangan bersama-sama mendukung, membantu supaya lingkungan kita menjadi bersih dan sehat," kata Tahir.

Dalam aksi tersebut, jumlah relawan yang terlibat sebanyak 500 orang. Sekitar 10 unit Dump Truck dan 2 unit wheel loader, diterjunkan untuk mengangkut sampah yang berhasil dikumpulkan oleh para relawan. (***)

Bagikan