PT Indonesia Morowali Industrial Park

Adaptasi Kembangkan Potensi Sumber Daya Pesisir Morowali

Picture of IMIP.CO.ID
IMIP.CO.ID

Tuesday, 14 July 26

Bagi masyarakat pesisir di Morowali, Sulawesi Tengah, laut bukan sekadar hamparan air. Laut adalah ruang hidup, sumber penghidupan, sekaligus bagian dari identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi. Seiring bergulirnya waktu, kondisi alam laut Morowali perlahan menampakkan perubahan seperti di wilayah pesisir lain. Dahulu, sebagian para pelaut berangkat menjelang fajar terbit. Sepulangnya, mereka kembali dengan membawa hasil tangkapan untuk menghidupi keluarga.

Belakangan, masyarakat pesisir Morowali dengan aktif dan tanggap beradaptasi terhadap dinamika yang ada. Di tengah beragam tantangan, sebagian nelayan tetap melaut dengan mengubah pola penangkapan untuk memaksimalkan potensi perikanan yang masih tersedia. Salah satunya terlihat dari berkembangnya sentra perikanan ikan roa di Kabupaten Morowali. Ada tiga desa yang dikenal sebagai sentra penghasil ikan roa terbesar di Morowali, yaitu Desa Buajangka dan Sainoa di Kecamatan Bungku Selatan, serta Desa Puungkoilu di Kecamatan Bungku Tengah.

Ikan roa memiliki nilai ekonomi cukup tinggi karena dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti ikan roa asap dan sambal roa yang telah dikenal sebagai salah satu kuliner khas Sulawesi. Produk-produk ini tidak hanya dipasarkan di Morowali, tetapi juga menjangkau hingga Kota Bitung, Sulawesi Utara, dan daerah lain di Sulawesi. Permintaan pasar yang terus meningkat membuka peluang baru bagi nelayan dan pelaku usaha pengolahan hasil laut. Ikan laut hasil tangkapan ini pun menjadi salah satu menu yang disajikan di rumah-rumah makan.

Pemerintah Kabupaten Morowali pun menilai sektor perikanan tetap berperan penting sebagai penopang ekonomi masyarakat pesisir. Untuk mendukung perkembangan sektor kelautan, Dinas Perikanan dan Kelautan Morowali menyalurkan berbagai bantuan kepada kelompok nelayan, antara lain kapal, alat tangkap, dan rumah asap ikan roa. Dukungan tersebut dimaksudkan meningkatkan hasil tangkapan, juga memperkuat proses pengolahan sehingga produk perikanan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. 

Perjalanan masyarakat pesisir Morowali menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu berarti meninggalkan mata pencaharian lama. Sebaliknya, pembangunan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam beradaptasi, mengembangkan potensi lokal, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Dalam konteks ini, sektor perikanan tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir, berdampingan dengan tumbuhnya sektor industri pengolahan dan jasa.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan perlu diperkuat untuk menjamin pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan pesisir. Upaya menjaga kualitas perairan, memperkuat kapasitas nelayan, serta mengembangkan produk perikanan bernilai tambah merupakan langkah yang dapat dilakukan bersama.

Pada akhirnya, laut Morowali tidak saja menyimpan sumber daya, tapi juga kisah tentang ketangguhan masyarakatnya. Di tengah dinamika zaman, para nelayan terus menunjukkan kepekaan dan daya adaptasi sebagai modal penting untuk menjaga keberlangsungan hidup. Selama laut tetap dijaga dan potensi lokal terus dikembangkan, harapan bagi masyarakat pesisir Morowali akan selalu memiliki tempat untuk bertumbuh.[]

(Diolah dari konten hasil kerja sama pemberitaan dengan media lokal Sulawesi Tengah)

Share this post

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
X
Telegram
error: Content is protected !!