PT Indonesia Morowali Industrial Park

Apa Makna Logo K3 bagi Pekerja Sektor Industri?

Picture of Robertus Roni
Robertus Roni

Tuesday, 13 January 26

Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan faktor penting mendukung optimalisasi dan keberlanjutan industri. (Foto: Media Relations PT IMIP)

Logo K3 adalah simbol universal yang sering kita lihat pada materi kampanye keselamatan kerja, baik di perusahaan, industri, maupun fasilitas umum K3. Logo ini memiliki makna penting sebagai representasi nilai keselamatan kerja di Indonesia. Sudah tahukah kamu, apa maknanya? Yuk, kita tilik satu per satu bagiannya!

Merujuk ketentuan dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI nomor 1135 tahun 1987 tentang Bendera Keselamatan dan Kesehatan Kerja, logo K3 mengandung sejumlah arti dan makna. Lambang K3 berupa palang dilingkari roda bergigi sebelas berwarna hijau di atas warna dasar putih.

  • Palang hijau melambangkan bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK).
  • Roda Gigi memuat arti kerja yang sehat dan keselamatan yang menyeluruh. Bagian ini menggambarkan bahwa setiap aktivitas kerja harus berlangsung dalam kondisi aman.
  • Sebelas gerigi roda merujuk pada sebelas bab dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  • Adapun warna putih pada latar logo mencerminkan kesucian dan kepatuhan terhadap standar kesehatan kerja, sedangkan warna hijau melambangkan selamat, sehat, dan sejahtera bagi tenaga kerja.

Membangun Kesadaran K3 sebagai Gaya Hidup Kerja

Esensi K3 adalah tentang membangun kesadaran, sikap, dan kebiasaan kerja yang menempatkan keselamatan sebagai nilai utama dalam setiap aktivitas. Khususnya pada momentum Bulan K3 Nasional, menjadi pengingat penting bahwa keselamatan kerja tidak cukup dijalankan hanya pada waktu tertentu. Ia perlu dihidupi sebagai gaya hidup kerja sehari-hari, baik oleh manajemen, pengawas, maupun seluruh pekerja di lokasi operasional produksi. Ketika K3 telah menjadi kebiasaan, maka tindakan aman akan dilakukan secara refleks, bukan karena takut sanksi, tetapi kesadaran diri.

Membangun K3 sebagai gaya hidup perlu dimulai dari hal-hal sederhana. Beberapa di antaranya ialah menggunakan alat pelindung diri (APD) dengan benar, memeriksa kondisi peralatan sebelum bekerja, mematuhi rambu keselamatan, serta menjaga kebugaran fisik. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan-kebiasaan kecil ini dapat menurunkan risiko kecelakaan kerja secara signifikan.

Di lingkungan industri yang kompleks, seperti kawasan industri terpadu, kesadaran K3 juga menuntut kepedulian terhadap keselamatan orang lain. K3 bukan hanya soal melindungi diri sendiri, tapi juga memastikan setiap tindakan kerja tidak membahayakan rekan kerja di sekitarnya. Di kawasan IMIP sebagai perusahaan pengelola kawasan industri berbasis nikel pun menerapkan standar K3. Keselamatan dan kesehatan setiap individu di kawasan IMIP adalah prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar. Hal ini diwujudkan salah satunya dengan kebiasaan saling mengingatkan dan berani menghentikan ritme pekerjaan yang tidak aman.

Upacara pembukaan Bulan K3 Nasional 2026 di Kawasan IMIP, Senin (12/01/2026). (foto: Media Relations PT IMIP)

Peran pimpinan dan pengawas sangat menentukan dalam membentuk budaya tersebut. Keteladanan menerapkan K3, komunikasi terbuka, dan apresiasi terhadap perilaku kerja aman akan memperkuat pesan bahwa keselamatan adalah prioritas bersama. Ketika pekerja melihat bahwa K3 dijalankan secara konsisten dari atas hingga ke bawah, kepercayaan dan kepatuhan akan tumbuh secara alami.

Lebih jauh, lingkungan kerja yang aman dan sehat akan meningkatkan produktivitas, menjaga kesejahteraan pekerja, serta menciptakan iklim kerja yang positif. Hal ini sejalan dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), khususnya perlindungan bagi tenaga kerja, menjadi pondasi penting keberlanjutan industri.

Pada akhirnya, K3 merupakan komitmen jangka panjang yang perlu dipraktikkan setiap hari. Ia bukan sekadar slogan atau program tahunan. Maka melalui kesadaran kolektif dan kebiasaan kerja yang aman, K3 dapat benar-benar menjadi gaya hidup kerja yang melindungi manusia, mendukung produktivitas, dan menjaga keberlanjutan industri.

Share this post

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
X
Telegram
error: Content is protected !!