Setiap hari, ribuan pasien di berbagai rumah sakit membutuhkan transfusi darah untuk bertahan hidup. Ada yang sedang menjalani operasi besar, berjuang melawan kanker, mengalami kecelakaan, atau menghadapi komplikasi kesehatan lainnya. Di balik setiap kantong darah yang tersedia, terdapat satu tindakan sederhana yang memiliki dampak luar biasa: donor darah.
Kesadaran inilah yang jadi semangat peringatan Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day) setiap tanggal 14 Juni. Peringatan yang dideklarasikan oleh World Health Assembly pada 2005 ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pendonor darah sukarela yang telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.
Meski kini donor darah telah menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan modern, perjalanan menuju praktik transfusi yang aman membutuhkan waktu ratusan tahun. Berawal dari penemuan sistem peredaran darah oleh dokter Inggris William Harvey pada tahun 1628, berbagai eksperimen transfusi terus dilakukan hingga akhirnya dunia kedokteran menemukan metode yang lebih aman.
Salah satu tonggak terpenting terjadi pada tahun 1901 ketika ilmuwan Austria-Amerika, Karl Landsteiner, menemukan sistem golongan darah A, B, dan O atau nol. Penemuan ini menjelaskan mengapa banyak transfusi sebelumnya gagal dan menjadi dasar bagi sistem transfusi darah modern yang digunakan hingga saat ini. Setahun kemudian, golongan darah AB berhasil diidentifikasi, melengkapi sistem klasifikasi darah yang dikenal luas sekarang. Perkembangan berikutnya ditandai lahirnya konsep bank darah pada 1930-an. Melalui sistem penyimpanan darah lebih baik, pasokan darah dapat tersedia setiap saat untuk perawatan rutin atau penanganan darurat membantu pasien.
Donor Darah: Kita Sehat, Mereka Selamat
Darah tidak dapat diproduksi secara buatan. Hingga kini, satu-satunya sumber darah untuk kebutuhan medis berasal dari manusia yang secara sukarela mendonorkan darahnya.
Maka keberadaan pendonor darah sangatlah penting. Setiap kantong darah yang didonorkan dapat membantu lebih dari satu pasien karena darah dapat dipisahkan menjadi beberapa komponen, seperti sel darah merah, plasma, dan trombosit, lalu digunakan sesuai kebutuhan medis masing-masing pasien.
Bagi penerima, donor darah dapat menjadi penentu antara hidup dan mati. Namun manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh mereka yang menerima transfusi. Pendonor juga dapat memperoleh manfaat kesehatan, seperti membantu menjaga sirkulasi darah, memantau kondisi kesehatan melalui pemeriksaan sebelum donor, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Lebih dari itu, donor darah mengajarkan bahwa aksi kemanusiaan tak selalu harus dilakukan dalam tindakan yang besar. Terkadang, kontribusi paling berarti justru ditunjukkan melalui tindakan sederhana secara sukarela dan konsisten. Ketersediaan stok darah memadai merupakan tantangan yang dihadapi banyak daerah, termasuk wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan terpadu. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah perlu terus didorong agar kebutuhan darah dapat terpenuhi sepanjang tahun, bukan hanya pada saat terjadi kondisi darurat.

Menumbuhkan Budaya Solidaritas
Semangat inilah yang mendorong berbagai institusi, komunitas, dan perusahaan untuk secara rutin menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bagian dari kontribusi sosial kepada masyarakat. Sebagai kawasan industri yang tumbuh bersama masyarakat, Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) turut berpartisipasi mendukung ketersediaan stok darah melalui kegiatan donor darah yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun.
Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari karyawan kawasan industri, Palang Merah Indonesia (PMI), Pemerintah Kabupaten Morowali, TNI, Polri, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi ini menunjukkan aksi kemanusiaan akan memberikan dampak lebih besar ketika dilakukan bersama-sama. Dalam setiap kegiatan donor darah, ratusan kantong darah berhasil dikumpulkan dan disalurkan melalui PMI Kabupaten Morowali untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Tingginya partisipasi peserta menjadi bukti kepedulian sosial dapat tumbuh di tengah dinamika aktivitas industri.
Pada akhirnya, donor darah bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Ia adalah wujud nyata kepedulian kepada sesama dan investasi kemanusiaan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung. Setiap tetes darah yang didonorkan membawa harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang untuk sembuh.
Karena itu, Hari Donor Darah Sedunia merupakan momentum vital yang mengingatkan bahwa siapapun bisa jadi pahlawan bagi orang lain. Cukup dengan meluangkan waktu sejenak dan mendonorkan darah, kita telah ikut menjaga kehidupan tetap berlanjut.
Referensi:
- https://verekeskus.ee/en/donate-blood/history/ diakses pada 08-06-2026.
- https://en.wikipedia.org/wiki/Blood_donation diakses pada 08-06-2026.
- https://www.livemint.com/science/health/world-blood-donor-day-2023-history-theme-significance-and-health-benefits-11686691558961.html diakses pada 08-06-2026.