PT Indonesia Morowali Industrial Park

Jadi Inovator Ekosistem Energi Masa Depan, PT IMIP Raih Detiktimur Awards 2026

Morowali, 8 Agustus 2026 – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) meraih penghargaan pada ajang detiktimur Awards 2026. pada kategori Inovator Ekosistem Energi Masa Depan Terpuji. Kontribusi PT IMIP dalam melakukan transformasi dengan membangun ekosistem industri hijau (green industry) dinilai dapat menjawab tuntutan global terkait permasalahan lingkungan. Melalui detiktimur Awards 2026, PT IMIP mampu menghadirkan inovasi, dan program-program berdampak bagi kemajuan masyarakat serta daerah di Indonesia Timur.

Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar menerima langsung penghargaan detiktimur Awards di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam. Seleksi penerima penghargaan dilakukan melalui tahapan khusus oleh dewan redaksi detikcom dan detikSulsel dengan memperhatikan kriteria inovasi, kreativitas, inspiratif, dampak bagi masyarakat, dan keaktifan di bidang masing-masing.

Emilia Bassar menegaskan, sebagai salah satu kawasan industri pengolahan nikel global, IMIP selalu berupaya melakukan transformasi yang dapat menjawab tuntutan terkait permasalahan lingkungan. “IMIP tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membangun ekosistem green industry melalui inovasi teknologi dan pengelolaan energi yang lebih berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inovasi, satunya melalui pengoperasian fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) berskala besar,” ungkapnya.

Teknologi HPAL dirancang untuk memproses nikel kadar rendah (limonite) yang kerap dianggap sebagai limbah tak bernilai menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan penting untuk produksi baterai kendaraan listrik (EV). Selain meningkatkan nilai tambah, teknologi ini juga menghadirkan proses pengolahan yang lebih efisien karena mampu mengurangi jejak karbon dalam proses produksinya.

Tak hanya lebih ramah lingkungan, pengoperasian fasilitas HPAL raksasa berbasis industri hijau ini memberikan dampak positif pada sektor ekonomi. Berkat inovasi IMIP tersebut, Indonesia berhasil mengukuhkan posisinya sebagai produsen utama bahan baku baterai kendaraan listrik kelas dunia.

 

Untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi limbah, sejumlah perusahaan di kawasan menerapkan sistem penggunaan kembali air. PT HYNC misalnya, perusahaan mitra tersebut menerapkan sistem pengelolaan air tertutup (closed-loop water system) yang memungkinkan air hasil proses produksi dapat dimanfaatkan kembali.

“Perusahaan juga menggunakan teknologi seperti electrostatic precipitator yang berfungsi untuk mengendalikan partikulat halus yang berfungsi untuk mengendalikan emisi udara. Sementara itu, untuk membantu mengurangi gas pencemar dari aktivitas industri, digunakan wet scrubber dan flue gas desulfurization,” sambung Emilia Bassar. 

Untuk diketahui, sejak tahun 2018 hingga 2025, IMIP terus melakukan program penghijauan sebagai upaya menjaga lingkungan. Sepanjang periode tersebut IMIP telah melakukan penanaman mangrove dan tanaman terestrial sebagai bagian dari upaya penyerapan karbon dan menjaga ekosistem sekitar kawasan. “Transformasi IMIP menuju industri hijau tidak terbatas pada inovasi teknologi dan pengelolaan lingkungan, namun juga didukung oleh penguatan ekosistem industri dan sumber daya manusia. Penerapan teknologi pemrosesan kimia tingkat tinggi (hydrometallurgy) berperan mendorong transfer pengetahuan sekaligus peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal,” tegas Emilia Bassar.(*)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
error: Content is protected !!