Morowali, 19 Oktober 2026 – Dalam kegiatan operasionalnya, perusahaan yang berada dalam kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menerapkan prinsip keberlanjutan, mengutamakan efisiensi sumber daya dan berupaya meminimalisir dampak dalam setiap proses produksi. Salah satunya diterapkan PT Sulawesi Mining Investment (SMI) yang mengembangkan inovasi teknologi melalui penerapan sistem otomatisasi dan digitalisasi di berbagai lini produksi. Penerapannya terlihat di Departemen Ferronickel, Divisi Grinding, yang memanfaatkan teknologi modern untuk mendukung efisiensi produksi, meningkatkan keandalan peralatan, serta memperkuat aspek keselamatan kerja.
Inovasi tersebut juga mencakup proyek otomatisasi dan operasi tanpa awak (automation and unmanned operation project) yang telah meraih Golden Key Award pada ajang Qingshan Academy, 7 Juli 2026 di Wenzhou, Tiongkok. Dalam proses produksinya, Divisi Grinding menerapkan sistem pengendalian terpusat melalui control room. Sistem ini memungkinkan seluruh proses produksi dipantau dan dikendalikan secara terintegrasi, sehingga operator dapat memantau kondisi operasional secara langsung. Penerapan teknologi tersebut mendukung pengelolaan proses produksi yang lebih efektif sekaligus membantu meningkatkan koordinasi dan pengawasan operasional.
Wakil GM Tsingshan, Bruce Ou, menyampaikan, selain sistem pengendalian terpusat, berbagai inovasi juga diterapkan pada peralatan produksi. Seperti penggunaan sensor, movable roller (yang dapat digeser), sistem hidrolik, serta perangkat pembersih otomatis. “Teknologi ini dirancang untuk mendukung otomatisasi proses kerja, mengurangi kebutuhan intervensi manual pada tahapan tertentu, serta meningkatkan efektivitas pengoperasian peralatan. Penerapan teknologi ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengurangi paparan pekerja terhadap risiko di area operasional,” jelasnya, Senin (19/10/2026).
Inovasi yang menjadi perhatian adalah proyek otomatisasi dan operasi tanpa awak di pabrik ferronickel. Inisiatif ini dikembangkan untuk meminimalkan keterlibatan langsung pekerja pada area dengan risiko operasional tinggi, sekaligus mendukung efisiensi produksi dan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat. “Melalui inovasi tersebut, PT SMI berhasil meraih Golden Key Award dan telah mengajukan paten di Indonesia. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam mengembangkan teknologi yang mendukung peningkatan keselamatan kerja dan kinerja operasional,” sambung Bruce.
Di sisi lain, PT SMI juga menerapkan digitalisasi dalam pengelolaan pemeliharaan peralatan melalui sistem pelaporan kerusakan berbasis QR Code. Dengan memindai kode yang tersedia pada peralatan, pekerja dapat langsung melaporkan kerusakan atau kondisi abnormal. Sistem ini mempermudah proses penyampaian informasi serta mendukung koordinasi antara tim operasional dan pemeliharaan, sehingga kendala dapat ditindaklanjuti dengan lebih terstruktur. (*)